BLITAR – Bagi warga Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, melainkan denyut nadi kehidupan sehari-hari. Jalan desa yang layak, irigasi yang berfungsi, hingga drainase yang tertata rapi menjadi kebutuhan mendesak yang menentukan lancarnya aktivitas ekonomi dan pertanian.
Realitas itulah yang mengemuka saat Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Blitar, Edi Sutikno, menggelar Reses Masa Sidang ke-2 pada Minggu (18/1/2026).
Reses kali ini tidak berjalan kaku. Forum dialog berlangsung terbuka dan cair, memberi ruang luas bagi warga untuk menyampaikan keluhan sekaligus harapan mereka secara langsung.
Puluhan warga dari berbagai latar belakang hadir, mulai dari petani, tokoh masyarakat, hingga pemuda desa. Satu benang merah pun muncul: infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu perhatian serius dari pemerintah daerah.
Dalam diskusi tersebut, warga menilai alokasi anggaran daerah untuk sektor infrastruktur harus diperkuat. Mereka mendorong agar porsi anggaran pembangunan fisik bisa mencapai minimal 40 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Bagi warga, angka itu bukan tuntutan berlebihan, melainkan cerminan dari kebutuhan nyata di lapangan.
“Dalam diskusi iru, warga menyampaikan adanya jalan rusak, saluran air yang kurang maksimal, dan irigasi yang belum tertangani sepenuhnya. Warga menyebut kalau ini segera dibenahi, dampaknya besar untuk ekonomi desa,” ungkap Edi Sutikno pada tim media ini, Senin (19/1/2026).
Menanggapi aspirasi tersebut, Edi Sutikno menyebut bahwa masukan warga Sidorejo sangat relevan dengan kondisi yang ia temui di banyak desa lain. Ia menilai pembangunan infrastruktur memang harus dilihat secara menyeluruh, tidak berhenti pada perbaikan jalan, tetapi juga menyentuh sektor pendukung seperti irigasi dan drainase.
“Warga berharap pembangunan infrastruktur benar-benar dirasakan manfaatnya. Jalan penting, tapi irigasi dan drainase juga tak kalah krusial karena berkaitan langsung dengan pertanian dan lingkungan,” ujarnya.

Suasana reses Anggota DPRD Kabupaten Blitar Edi Sutikno bersama warga Desa Sidorejo. Warga menyampaikan langsung harapan perbaikan jalan desa, irigasi, dan drainase demi mendukung aktivitas ekonomi dan pertanian.
Sebagai legislator dari Daerah Pemilihan III, Edi menegaskan bahwa aspirasi tersebut akan menjadi bahan perjuangan di DPRD. Usulan warga mencakup berbagai kebutuhan konkret, mulai dari pembangunan jalan rabat beton, peningkatan jalan hot mix, pelebaran akses desa, hingga penataan drainase dan saluran irigasi yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat.
Menurutnya, infrastruktur yang memadai akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi desa. Akses jalan yang baik akan memperlancar distribusi hasil pertanian, sementara irigasi yang berfungsi optimal akan meningkatkan produktivitas lahan warga.
“Infrastruktur bukan hanya soal bangunan, tapi soal keberlanjutan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Aspirasi warga Sidorejo ini sangat rasional dan harus diperjuangkan,” tegas anggota Komisi I DPRD Kabupaten Blitar tersebut.
Edi juga menekankan bahwa reses bukan sekadar agenda rutin anggota dewan, melainkan sarana untuk memastikan kebijakan daerah berpijak pada kebutuhan riil masyarakat.
Ia berkomitmen mengawal setiap usulan agar dapat masuk dalam perencanaan pembangunan daerah dan dibahas melalui mekanisme resmi di DPRD.
“Semua masukan akan kami catat dan perjuangkan. Reses adalah momentum mendengar langsung suara rakyat, bukan sekadar formalitas,” katanya.
Lebih jauh, Edi mengajak masyarakat untuk terus aktif mengawal proses pembangunan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan partisipasi warga menjadi kunci keberhasilan pembangunan yang berkeadilan dan merata.
Kegiatan reses di Desa Sidorejo pun ditutup dengan harapan besar dari warga. Mereka berharap dialog yang terbangun tidak berhenti sebagai catatan, tetapi berlanjut menjadi kebijakan konkret yang bisa segera dirasakan manfaatnya. Bagi warga Sidorejo, pembangunan infrastruktur bukan lagi wacana, melainkan kebutuhan mendesak demi masa depan desa yang lebih maju.





