PatriaPos.Com – Perubahan pola konsumsi informasi terjadi di kalangan generasi Z. Generasi yang lahir pada rentang 1997–2012 ini kini tidak lagi sepenuhnya mengandalkan Google Search untuk mengikuti perkembangan berita.
Media sosial dan platform berbasis video justru menjadi pintu awal mereka menemukan berbagai informasi.
Jika sebelumnya berita dicari secara aktif melalui mesin pencari, kini informasi lebih sering ditemukan secara tidak langsung saat pengguna membuka media sosial.
Berita muncul di lini masa, terselip di antara konten hiburan, dan dikonsumsi secara cepat melalui format visual maupun video singkat.
Google sendiri mengakui adanya perubahan perilaku tersebut. Pada 2022, pihak Google menyampaikan bahwa sekitar 40 persen pengguna muda cenderung mencari informasi melalui platform media sosial seperti TikTok dan Instagram dibandingkan menggunakan mesin pencari konvensional.
Kondisi ini menandakan bahwa media sosial telah berkembang menjadi sumber pencarian informasi baru bagi generasi muda. Riset yang dilakukan Google bersama lembaga analisis media Kantar juga mencatat pergeseran serupa.
Dalam laporan tersebut, sekitar 91 persen generasi Z disebut menemukan berita melalui media sosial. Sementara itu, konten berbasis video menjadi sumber informasi penting bagi sekitar 88 persen responden.
Data ini menunjukkan bahwa format visual lebih mudah menjangkau generasi muda dibandingkan artikel teks panjang. Di Indonesia, tren ini terlihat dari cara generasi Z mengikuti isu nasional maupun daerah.
Berbagai informasi, mulai dari kebijakan pemerintah hingga peristiwa lokal, kerap pertama kali diketahui dari unggahan singkat atau potongan video yang beredar luas di media sosial. Setelah itu, informasi menyebar cepat melalui fitur berbagi dan diskusi antar pengguna.
Platform seperti Instagram dan TikTok menjadi rujukan utama untuk mengetahui isu terkini secara cepat.
Sementara YouTube masih digunakan untuk mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap, terutama terkait isu global, ekonomi, dan kebijakan publik.
Pola ini menunjukkan bahwa generasi Z tetap mengakses berita, tetapi melalui jalur yang berbeda.
Meski perannya sebagai pintu utama pencarian informasi menurun, Google masih digunakan oleh generasi Z.
Mesin pencari tersebut lebih sering dimanfaatkan untuk memverifikasi informasi atau memperdalam topik tertentu setelah mereka menemukannya di media sosial.
Bagi industri media, perubahan ini menjadi tantangan tersendiri. Media tidak lagi cukup mengandalkan mesin pencari untuk menjangkau pembaca muda.





