BLITAR – Yoyok Agusta mendapat kepercayaan memimpin Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah Blitar untuk periode 2026-2029. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Koordinator Daerah (Muskorda) III yang berlangsung di Kampung Coklat, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Sabtu (17/10/2026).
Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi salah satu agenda utama Muskorda yang diikuti 19 dari total 21 anggota IJTI Korda Blitar. Proses pemilihan berlangsung melalui sidang pleno dan menetapkan Yoyok sebagai ketua untuk tiga tahun mendatang.
Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan dan Sekretaris IJTI Pengda Jawa Timur Hari Tambayong.
Usai terpilih, Yoyok menekankan pentingnya kebersamaan anggota dalam menjaga keberlangsungan organisasi. Menurut dia, kelancaran Muskorda merupakan hasil kerja bersama yang dipersiapkan selama kurang lebih dua bulan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada anggota dan berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan musyawarah tersebut.
“Syukur alhamdulillah, seluruh rangkaian Muskorda dapat terlaksana dengan baik, tertib, dan lancar. Saya berterima kasih atas kerja sama teman-teman anggota serta dukungan semua pihak yang ikut membantu menyukseskan acara ini,” ujar Yoyok.
Yoyok bukan sosok baru di dunia jurnalistik. Ia mengawali karier sebagai jurnalis RCTI di Jawa Barat pada 2003. Dalam perjalanan profesinya, ia pernah bertugas di sejumlah wilayah di Jawa Barat hingga Sidoarjo, sebelum kembali ke Blitar, daerah asalnya.
Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi Yoyok untuk menjalankan amanah kepemimpinan di IJTI Korda Blitar. Ia berkomitmen melanjutkan program kepengurusan sebelumnya sekaligus mengupayakan terwujudnya visi yang telah disiapkan.
“Insyaallah, program-program yang sudah dirintis pengurus sebelumnya akan tetap kami lanjutkan. Saya juga akan berusaha merealisasikan visi yang telah saya susun untuk membawa organisasi ini semakin baik,” katanya.
Selain keberlanjutan program, Yoyok menaruh perhatian pada integritas dan profesionalisme jurnalis televisi. Ia menilai kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik menjadi landasan penting dalam menghasilkan pemberitaan yang dapat dipercaya publik.
“Bagi saya, kode etik jurnalistik harus menjadi pegangan setiap wartawan. Dengan menjunjung aturan profesi, kita bisa menyajikan berita yang akurat, berimbang, dan bisa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” tuturnya.
Di luar agenda pemilihan ketua, Muskorda III IJTI Korda Blitar juga diisi diskusi publik bertajuk Digital Smart Generation. Forum ini menghadirkan Muhammad Jazuli yang dalam sumber disebut sebagai anggota Dewan Pers, perwakilan Telkom, serta Anggota Unit PPA Reskrim Polres Blitar sebagai narasumber.
Diskusi tersebut melibatkan 33 pelajar dari SMKN 1 Blitar bersama puluhan tamu undangan. Wartawan JTV, Aziz, bertindak sebagai moderator yang memandu jalannya pembahasan.
Para peserta diajak memahami tantangan penggunaan media sosial, perkembangan dunia digital, serta pentingnya bersikap kritis ketika menerima informasi. Pembahasan ini juga menyoroti perlunya kecakapan digital agar pengguna, khususnya kalangan pelajar, tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.
Melalui forum tersebut, IJTI Korda Blitar mendorong generasi muda agar lebih bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi dan berkomunikasi di ruang digital.
Kepemimpinan baru Yoyok Agusta diharapkan memperkuat kekompakan internal organisasi sekaligus membuka ruang kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat. Penguatan profesionalisme jurnalis dan peningkatan literasi media menjadi bagian penting dalam mendukung terciptanya lingkungan informasi yang sehat di Blitar.
