PatriaPos.Com – Masyarakat yang ingin mengetahui apakah namanya masuk sebagai penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) atau bantuan pangan dapat melakukan pengecekan secara online melalui telepon seluler.
Pengecekan penerima bansos dapat dilakukan melalui laman resmi Cek Bansos Kementerian Sosial (Kemensos). Masyarakat cukup menyiapkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tercantum pada KTP untuk mengetahui informasi penerima bantuan.
Layanan ini dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin mengecek status bantuan tanpa harus datang langsung ke kantor pemerintahan.
Cara Cek Penerima PKH dan BPNT
Berikut langkah-langkah untuk mengecek apakah nama seseorang terdaftar sebagai penerima bansos:
Buka laman resmi Cek Bansos Kemensos melalui browser di HP.
- Masukkan NIK 16 digit sesuai dengan KTP.
- Masukkan kode huruf yang tersedia pada halaman.
- Pastikan data yang dimasukkan sudah benar.
- Klik tombol Cari Data.
Tunggu sampai sistem menampilkan hasil pencarian.
Jika data ditemukan, masyarakat dapat melihat informasi mengenai status kepesertaan bansos yang tercatat dalam sistem.
Sebaliknya, apabila data tidak ditemukan, bukan berarti masyarakat tidak dapat memperoleh bantuan pada masa mendatang. Data penerima bansos dapat mengalami perubahan sesuai dengan kondisi sosial ekonomi dan proses pemutakhiran data pemerintah.
Apa Itu PKH dan BPNT?
PKH merupakan bantuan sosial yang diberikan kepada keluarga penerima manfaat berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan pemerintah. Program ini ditujukan untuk membantu keluarga yang memenuhi persyaratan tertentu.
Sementara itu, istilah BPNT masih banyak digunakan masyarakat untuk menyebut bantuan pangan. Dalam perkembangannya, penyaluran bantuan pangan pemerintah juga dikenal sebagai program Sembako.
Karena itu, masyarakat yang ingin mengetahui status bantuan sebaiknya melakukan pengecekan melalui kanal resmi daripada hanya mengandalkan informasi yang beredar di media sosial.
Cek Bansos Menggunakan NIK KTP
NIK menjadi salah satu data penting dalam proses pengecekan. Masyarakat perlu memastikan 16 digit NIK yang dimasukkan sesuai dengan data pada KTP.
Kesalahan satu angka saja dapat menyebabkan pencarian tidak menampilkan data yang diharapkan.
Selain itu, masyarakat sebaiknya tidak memberikan foto KTP, NIK, kode OTP atau data pribadi kepada orang yang mengaku dapat membantu mengecek maupun mencairkan bansos.
Pengecekan sebaiknya dilakukan sendiri melalui situs resmi pemerintah.
Bagaimana Jika Nama Tidak Terdaftar?
Apabila hasil pencarian tidak menunjukkan seseorang sebagai penerima PKH atau bantuan pangan, masyarakat tidak perlu langsung percaya pada pihak yang menawarkan bantuan dengan meminta sejumlah uang.
Data penerima bantuan sosial dapat diperbarui sesuai mekanisme pemerintah. Masyarakat yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan data yang tercatat dapat menanyakan prosedur pemutakhiran data kepada pemerintah desa atau kelurahan maupun dinas terkait.
Kemensos juga menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis data dalam penyaluran bantuan sosial.
Perhatikan Data Desil Kesejahteraan
Dalam sistem Cek Bansos, masyarakat juga dapat melihat informasi mengenai desil atau kelompok tingkat kesejahteraan keluarga.
Desil digunakan untuk menggambarkan posisi sosial ekonomi sebuah keluarga berdasarkan data yang tersedia. Posisi desil dapat berubah apabila kondisi dan data sosial ekonomi masyarakat mengalami perubahan.
Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak hanya berpatokan pada informasi lama mengenai penerima bansos.
Gunakan Situs Resmi
Masyarakat juga perlu berhati-hati terhadap situs atau akun media sosial yang mengatasnamakan pemerintah dan menawarkan pengecekan bansos melalui tautan tidak dikenal.
Untuk memastikan informasi, gunakan layanan resmi Cek Bansos Kemensos dan jangan mudah memberikan data pribadi kepada pihak lain.
Pengecekan melalui kanal resmi juga membantu masyarakat memperoleh informasi yang lebih sesuai dengan data pemerintah.
