PatriaPos. Com – Tidak sedikit masyarakat yang mempertanyakan mengapa dirinya tidak menerima bantuan sosial, sementara tetangga atau keluarga lainnya justru tercatat sebagai penerima.
Kondisi tersebut terkadang membuat masyarakat kian bimbang, terlebih lagi ketika keadaan ekonomi masih dirasakan sulit. Namun, setelah dilakukan pengecekan, nama yang bersangkutan justru tidak tercatat sebagai penerima bantuan.
Dalam keadaan seperti ini, masyarakat dapat melakukan pengecekan desil kesejahteraan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan mereka dalam lingkup kondisi sosial-ekonomi berdasarkan data pemerintah.
Informasi tersebut dapat menjadi salah satu rujukan utama ketika masyarakat ingin mengetahui alasan dirinya belum tercatat sebagai penerima bantuan sosial.
Masyarakat hanya perlu menyiapkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera pada KTP, kemudian menuju ke laman resmi ( Cek Bansos Kemensos).
Dengan begitu, mereka tidak perlu menunggu bantuan datang dari pihak terkait untuk mengetahui informasi desil yang tercatat dalam data pemerintah.
Apa Itu Desil DTSEN?
Banyak masyarakat yang mendengar istilah desil namun tidak mengetahui secara rinci apa itu desil.
Dalam konteks Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), desil sendiri merujuk kepada kelompok kesejahteraan keluarga yang digunakan dalam DTSEN. Pengelompokan ini tidak hanya memperhitungkan satu faktor, namun dipertimbangkan berbagai variabel sosial ekonomi.
Data resmi Cek Bansos Kemensos sendiri menunjukan, variabel yang dipertimbangkan bagi penerima bantuan dilihat dari kondisi individu, seperti pekerjaan dan pendidikan, tempat tinggal seperti kondisi rumah dan daya listrik, serta kepemilikan aset.
Masyarakat akan dikelompokkan ke dalam 10 desil berdasarkan tingkat kesejahteraan pada masing-masing keluarga, diantaranya:
Desil 1: Kelompok dengan tingkat kemiskinan tertinggi (10% populasi terendah).
Desil 2: Kelompok yang masih termasuk dalam kategori miskin (10% populasi selanjutnya).
Desil 3: Kelompok yang hampir mencapai tingkat kemiskinan.
Desil 4: Kelompok yang rentan terhadap kemiskinan.
Desil 5 – 9: Kelompok menengah (dari menengah bawah hingga menengah atas).
Desil 10: Kelompok yang mampu atau sejahtera (10% populasi tertinggi).
Setiap desil mencakup sekitar 10 persen keluarga di Indonesia berdasarkan tingkat kesejahteraannya.
