BLITAR – Berawal dari ketertarikan dan hobi, Udin, warga Gendong, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, kini sukses mengembangkan usaha penjualan ikan hias dan hewan peliharaan. Dari ketekunannya tersebut, mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ini mampu meraup omzet hingga jutaan rupiah setiap bulan.
Bisnis ini dijalankan Udin dengan memanfaatkan lapak sederhana di pinggir jalan utama jalur Blitar–Tulungagung. Ia mulai merintis usaha tersebut setelah memutuskan untuk tidak lagi bekerja di luar negeri.
Berkat keuletan dan kegigihannya, bapak dua anak ini kini berhasil menjadikan usaha tersebut sebagai salah satu sumber penghasilan untuk menopang ekonomi keluarga.
“Awalnya memang dari hobi memelihara ikan. Lama-lama saya berpikir bagaimana hobi ini bisa menghasilkan uang. Akhirnya saya coba jual ikan dan hewan peliharaan. Alhamdulillah, sampai sekarang masih berjalan dan bisa memenuhi kebutuhan keluarga,” kata Udin, Jumat, (11/9/2026).
Lapak milik Udin menyediakan beragam jenis ikan hias yang menjadi pilihan para penghobi. Varian yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari ikan koi, mas koki, cupang, guppy, molly, platy, neon tetra, manfish, hingga ikan Oscar.
Banyaknya pilihan tersebut membuat konsumen dapat memilih ikan sesuai dengan minat maupun kemampuan. Tidak hanya ikan hias, Udin juga merambah penjualan berbagai hewan peliharaan lainnya.
Di lapak tersebut, pembeli bisa menemukan hamster, anakan bebek, keong, hingga anak ayam warna-warni. Kehadiran anak ayam dengan warna mencolok menjadi salah satu daya tarik tersendiri, terutama bagi anak-anak yang melintas di lokasi.

Harga yang ditawarkan juga relatif terjangkau. Untuk ikan hias, Udin menjualnya mulai dari Rp10 ribu hingga Rp30 ribu per ekor, tergantung jenis dan ukurannya.
Sementara itu, hamster dibanderol sekitar Rp20 ribu, anak ayam warna-warni Rp5.000 per ekor, dan anakan bebek sekitar Rp7.000 per ekor.
Udin mengakui bahwa tingkat penjualan di lapaknya tidak selalu sama setiap hari. Namun, ada waktu-waktu tertentu ketika jumlah pembeli mengalami peningkatan, salah satunya saat akhir pekan atau hari libur.
“Kalau weekend biasanya lebih ramai. Banyak masyarakat yang memanfaatkan waktu libur untuk jalan-jalan sekalian berburu ikan hias. Peningkatan juga sering terjadi saat mendekati momen pergantian tahun,” tuturnya.
Menurut Udin, usaha ikan hias dan hewan peliharaan memiliki pasar tersendiri. Konsumennya tidak hanya berasal dari kalangan penghobi yang mencari jenis ikan tertentu, tetapi juga masyarakat umum yang tertarik dengan warna, bentuk maupun keunikan hewan yang dijual.
Usaha yang dijalankan Udin menjadi gambaran bahwa peluang UMKM dapat berkembang dari berbagai bidang, termasuk berawal dari hobi. Dengan menyediakan beragam pilihan ikan dan hewan peliharaan dengan harga yang relatif terjangkau, lapaknya menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin memelihara hewan di rumah.
Bagi Udin, usaha tersebut tidak berhenti pada aktivitas jual beli. Ia berencana terus menambah jenis ikan dan hewan peliharaan sesuai dengan minat masyarakat.
“Rencana ke depan saya ingin menambah jenis ikan dan hewan yang dijual. Kalau peminatnya semakin banyak, mudah-mudahan usaha ini bisa jauh lebih berkembang,” pungkasnya.

