BLITAR – Sebanyak 150 warga Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, menyatakan dukungan terhadap keberadaan PT Greenfields Farm 2. Dukungan tersebut disampaikan melalui aksi damai di bawah MCC perusahaan, Dusun Bedengan Pijiombo, Selasa (13/10/2026).
Warga yang datang dari sejumlah dusun itu menilai keberadaan perusahaan peternakan sapi perah tersebut memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat sekitar. Mereka juga meminta agar persoalan yang berkembang di lingkungan desa tidak berujung pada hilangnya lapangan pekerjaan.
Aksi tersebut diikuti warga dari Dusun Bedengan, Babatan, Sirahkencong, Genjong, Sanggrahan, hingga Tempursari. Massa membentangkan spanduk dan menyampaikan aspirasi menggunakan pengeras suara.
Ada tiga hal utama yang disuarakan dalam kegiatan tersebut. Warga menolak kegaduhan di lingkungan desa, mendukung keberadaan PT Greenfields yang dinilai memberikan manfaat ekonomi selama bertahun-tahun, serta menentang pihak-pihak yang mengatasnamakan seluruh masyarakat Ngadirenggo untuk kepentingan pribadi.
Perwakilan warga dari Dusun Sanggrahan, Suswanto, mempertanyakan klaim bahwa kelompok yang sebelumnya melakukan penolakan terhadap perusahaan mewakili seluruh penduduk desa.
Menurut dia, pandangan kelompok tersebut tidak bisa serta-merta dianggap sebagai sikap mayoritas warga Ngadirenggo. Ia juga menilai sebagian peserta gerakan penolakan berasal dari luar wilayah desa.
“Dari yang saya amati, mereka bukan gambaran seluruh warga Ngadirenggo. Jumlahnya hanya sebagian kecil, bahkan tidak sampai dua persen warga asli di sini. Ada juga yang berasal dari luar wilayah,” kata Suswanto saat ditemui di lokasi aksi.
Dukungan terhadap perusahaan, lanjut Suswanto, berkaitan erat dengan kesempatan kerja yang tersedia bagi penduduk di sekitar lokasi peternakan.
Ia menjelaskan, masyarakat yang tinggal di kawasan pegunungan memiliki keterbatasan pilihan lapangan pekerjaan dibandingkan wilayah yang dekat dengan pusat kota. Karena itu, keberadaan perusahaan menjadi salah satu sumber penghasilan penting bagi keluarga di kawasan tersebut.
Terlebih lagi, pendapatan dari pekerjaan di Greenfields membantu warga membiayai pendidikan anak, memenuhi kebutuhan sehari-hari, hingga membayar keperluan kesehatan.
“Banyak warga yang tinggal di sekitar perusahaan menggantungkan penghasilan dari bekerja di Greenfields. Upah yang mereka terima digunakan untuk sekolah anak, kebutuhan rumah tangga, dan biaya berobat. Di wilayah pegunungan seperti ini, lapangan kerja utamanya memang ada di perusahaan tersebut,” ujarnya.
Suswanto juga menyebut sekitar 75 pekerja yang sedang libur atau tidak mendapat jadwal masuk shift turut menghadiri aksi damai. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan moral agar kegiatan operasional perusahaan tetap berlangsung.
Ia menegaskan bahwa warga yang hadir tidak ingin kehilangan sumber penghidupan yang selama ini membantu memenuhi kebutuhan keluarga mereka.
“Ada sekitar 75 pekerja yang kebetulan sedang libur atau tidak masuk shift ikut datang menyampaikan dukungan. Kami berharap Greenfields tetap ada di sini karena keberadaannya penting bagi kehidupan masyarakat,” ungkapnya.
Meski mendukung kelanjutan operasional perusahaan, warga tetap berharap PT Greenfields meningkatkan perhatian terhadap persoalan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.
Suswanto memandang situasi yang berkembang sebagai kesempatan bagi perusahaan untuk melakukan pembenahan, mendengarkan keluhan warga, dan memperkuat pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan atau *Corporate Social Responsibility* (CSR).
Lebih lanjut, dukungan masyarakat tidak berarti perusahaan dapat mengabaikan persoalan yang menjadi perhatian warga. Perbaikan dinilai tetap diperlukan agar hubungan antara perusahaan dan masyarakat setempat dapat berjalan lebih baik.
“Kami berharap Greenfields terus berbenah, mau mendengarkan keluhan masyarakat, dan mengoptimalkan program CSR sesuai arahan pemerintah. Ini bisa menjadi kesempatan untuk memperbaiki keadaan. Jangan sampai perusahaan ditutup atau keberadaannya dihilangkan karena dampaknya akan sangat terasa pada perekonomian warga,” tuturnya.
Aksi damai tersebut menjadi wadah bagi kelompok warga yang mendukung keberadaan PT Greenfields untuk menyampaikan pandangan mereka di tengah munculnya gerakan penolakan terhadap perusahaan.
